Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Program Kartu Hebat Jilid 2

  Photo dari laman detik.com Bismillah. Menggelitik selama kurang lebih lima tahun, dan masih berencana menggelitik untuk lima tahun berikutnya. Dan memang menggelitik. Saya benar-benar tidak habis berpikir, atau memang pemikiran sudah tidak lagi menjadi instrumen dalam menakar hal-hal paradox. Oh ia, saat ini saya sedang membahas tentang fenomena upaya perampasan hak-hak masyarakat luas, yang kemudian dikemas dalam bentuk program kerja unggulan. Tanpa perlu berpanjang lebar, yang saya maksudkan adalah program kartu-kartu sakti dari rezim saat ini. Jika anda adalah pendukung paslon 01, jangan menafsirkan secara praktis bahwa saya adalah pendukung 02. Catat. Kita lanjutkan. Dalam safari kampanyenya, ada salah satu pasangan yang begitu gemar memamerkan kartu-kartu tolol (saya kehabisan kosa kata untuk kartu ini, maaf) sebagai program unggulan. Loh, itukan kartu untuk rakyat, maka praktis yang diuntungkan adalah rakyat? Kalau anda rakyat yang tolol, ...

Suatu Ketika

Pada suatu ketika, akan tiba masanya I Pada suatu ketika kita berjumpa, akan tiba masanya perpisahan II Pada suatu ketika kita saling merindu, akan tiba masanya kita saling mengenang III Pada suatu ketika kita saling memberi arti, akan tiba masanya kita dalam hilang IIII Pada suatu ketika segala sesuatunya bisa terjadi, akan tiba masanya mencari dalam ingatan menjadi sukar IIIII Pada suatu ketika kita telah hilang, temukanlah kita dalam ingatan masing-masing VI Ya, pada suatu ketika; saat ini, akan tiba masanya; yang tak jauh dari hari ini Makassar, 12 Maret 2019

Perjalanan

Ditiap-tiap kehidupan, kita banyak menempuh jarak Entah itu jarak dari langkah ke langkah Jarak nafas ke nafas Jarak waktu ke waktu atau jarak rindu ke rindu Ditiap-tiap kehidupan, kita banyak menjejaki janji Entah itu janji dari batas ke batas Janji temu ke temu Janji benam ke benam matahari atau janji dari harap ke harap Dalam banyak perjalanan, kita banyak terhenti Entah itu henti lelah ke lelah Henti payah ke payah Henti luka ke luka atau henti dari sejenak ke selamanya Bukan karena tak lagi ingin; Hanya saja jarak, janji, dan perhentian tak selalu serindu, seharap, dan sekekal waktu Makassar, 11 Maret 2019

Usai Sujud

I Oh Tuhanku Telah selesai hamba bersujud Lepas sudah sujud hamba Oh Tuhanku Hamba meminta kepadaMu Pinta buah kerja dibasuh peluh Oh Tuhanku Tengadah tangan hamba Larut-larut dalam harap Bermoga-moga Segenggam emas dan seikat uang jatuh depan sandal Bermoga-moga Rezeki hari memberi hamba hidup dalam cukup Oh Tuhanku Hamba sadar diri Pinta hamba bukan sekadar pinta, bagimu Oh Tuhaku Kirimkalah satu "kun" kepada hamba "Kun" untuk menjadi Tuhanku yang baru II Sembari kuselimuti wajah dengan kabut semu; Oke, tunggu saya di warung kopi III Oh Tuhan Hamba mohon diri Kutunggu "Kun"Mu Di warung kopi Sumber: El Sonrisa Enrekang, 17 Februari 2017

Rimba Ratap

I Semalam; Masih aku duduk termangu bersama tebing-tebing curam ini Bingar sungguh dalam kesendirian ini. Semalam lalunya lagi; Aku duduk termangu bersama sunyi bebatuan malam ini Ditemankan pada renung akan relung yang kian busung

Pappisangka Na Takkaluppa

Le'ba' niatoro'mi passingkammana bintoenga na bulanga Le'ba niatoro'mi passingkammana palappopporoka na pa'juluangia Kamma le'ba' kajarianna nikanayya lassu' , lompo, toa, dalle, saribattang, tautoa na matea Kamma le'ba' pa'ruppanna mata allo na bulanga riallo bokoanga

Kebohongan; Sahaja

Ini tentang terasingnya kita dari diri Tentang sepinya kita dalam bingar Tentang bekunya kita dalam terik Tentang butanya kita dalam gemerlap dan gemintang Tentang amalan-amalan yang kembali disoalkan dalam tutur kata dan ini semua tentang kekosongan yang selama ini kita anggap jati dalam wujud harap Sumber: bbci.co.uk Makassar, 2 April 2015

Berazam Bara

Berazam bara bukanlah merebakkan api pada luka Bukan juga membakar segala harap demi rasa bangga Berazam bara cekal segala debar Berani jiwa ditempah dalam nyala kasih yang luhur

Mengheningkan Rimba

Segala dera atas kuasa dinamanya rimba Singa terjang kijang dikatanya adat rimba Segalanya gusar akan derajat kuasa dinamanya rimba Harimau terjang rusa anoa dikatanya "itulah rimba" Telah dikumandang segala dimusnah atas kuasa bernama rimba Segala gelak dimuarai tangis bernama rimba

Kaleng Susu

Jika ditanya benda sakti mandraguna Kaleng susu itulah jawabannya Bagimana tidak; Dahulunya kaleng susu berisi susu, namun kini berisi harapan bocah-bocah yang tak sempat meminum susu Dahulunya kaleng susu sekadar kaleng, namun kini menjelma munajad tangan-tangan kecil yang tak sempat meminum susu

Tasik

Kita tidak akan pernah mengetahui diwaktu mana kita akan bertemu, diwaktu mana kita akan berpisah dan diwaktu mana kita akan saling meninggalkan. Kepingan-kepingan waktu selalu setia dalam rahasia, menyeka setiap tanya, harap juga cemas.

Apa Namanya?

Apa namanya tempat kayu tertanam menjadi pohon? Apa namanya tanah mulianya lebih dari emas? Apa namanya belahan bumi sahaja manusia dipijaknya? Apa namanya senyum manis yang terkenang hingga kepangkuan pertiwi? Apa namanya si kulit hitam manis dengan tatapan malu? Apa namanya ikan berenang ria ditelapak tangan?