Langsung ke konten utama

Berazam Bara

Berazam bara bukanlah merebakkan api pada luka
Bukan juga membakar segala harap demi rasa bangga

Berazam bara cekal segala debar
Berani jiwa ditempah dalam nyala kasih yang luhur


Berazam bara bukanlah membumi hanguskan segala harap juga bangsa
Bukan juga memasung jiwa dalam rakusnya nyala teramat hitam

Berazam bara mesti kita warisi agar serasi pribadi mewarasi hidup dalam kudus
Berazam bara menempah diri dalam teduh do'a, dalam sadar akan kuasa juga dalam sadar akan sesiapa diri ini

Sumber: elsonrisa.tumblr.com

Makassar, 21 Maret 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat; Menemukan Kalimat Terindah

   Bismillahirrahmanirrahiim. Ada begitu banyak tanya menggelayut dibenakku. Ya, kebanyakan tentang takdir. Konsep mengenai takdir sebenarnya tak ada; "semua peristiwa adalah apa adanya, dengan korelasi aksi-reaksi" juga kerap datang menyapa imaji.

Perjalanan

Ditiap-tiap kehidupan, kita banyak menempuh jarak Entah itu jarak dari langkah ke langkah Jarak nafas ke nafas Jarak waktu ke waktu atau jarak rindu ke rindu Ditiap-tiap kehidupan, kita banyak menjejaki janji Entah itu janji dari batas ke batas Janji temu ke temu Janji benam ke benam matahari atau janji dari harap ke harap Dalam banyak perjalanan, kita banyak terhenti Entah itu henti lelah ke lelah Henti payah ke payah Henti luka ke luka atau henti dari sejenak ke selamanya Bukan karena tak lagi ingin; Hanya saja jarak, janji, dan perhentian tak selalu serindu, seharap, dan sekekal waktu Makassar, 11 Maret 2019

Kehilangan Wajah

Wajah, dimana wajah itu? Kemana wajah itu? Rumahku, kemanakah wajahmu? Rumahku, kemanakah wajahmu? Ya. Ini adalah kisah tentang rumahku yang tak lagi memiliki mata, hidung, lidah, mulut, telinga dan segalanya. Kecuali kekosongan! Ini adalah kisah dari rumahku yang dahulu memiliki mata teramat tajam. Nanar menatap angkara, murka akan durja dan tiada gentar akan gelegar.