Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Monolog

Kehilangan Wajah

Wajah, dimana wajah itu? Kemana wajah itu? Rumahku, kemanakah wajahmu? Rumahku, kemanakah wajahmu? Ya. Ini adalah kisah tentang rumahku yang tak lagi memiliki mata, hidung, lidah, mulut, telinga dan segalanya. Kecuali kekosongan! Ini adalah kisah dari rumahku yang dahulu memiliki mata teramat tajam. Nanar menatap angkara, murka akan durja dan tiada gentar akan gelegar.

Mencari Jalan Pulang

Rasanya sudah lama sekali sejak terkahir kali merasakan hal ini. Yah, rasa ingin pulang. Belakangan ini kata pergi, pulang dan menemukan rumah baru sangat melekat erat di pikiranku. Entah apa sebabnya, namun jelaslah sudah aku ingin pulang.

Hutang-Piutang

melihatmu adanya dirimu, mengingatkanku akan janji yang sempat terlupakan. kembali mengulang hari-hari saat bersamamu dalam benakku, mengingatkanku akan hutang-hutangku dimasa lalu yang belum terlunaskan sampai hari ini.

Berbahagialah

Anakku.. Surat ini untukmu dari ibumu Anakku, sebagaimana engkau mengetahuinya, seperti itu pula hatiku kala itu dalam kesedihan dan kebimbangan. Tapi anakku, masihkah kauingat akan senja itu? saat dimana aku, kau dan ayahmu duduk bersama dirimbunnya pepohonan halaman belakang rumah kita.