Langsung ke konten utama

Postingan

Mencari Jalan Pulang

Rasanya sudah lama sekali sejak terkahir kali merasakan hal ini. Yah, rasa ingin pulang. Belakangan ini kata pergi, pulang dan menemukan rumah baru sangat melekat erat di pikiranku. Entah apa sebabnya, namun jelaslah sudah aku ingin pulang.

Cahaya Mataku

Teduh dikau dalam pandangku Sejukkan hati dalam segenggam tawa Besar, kelak kan kauemban amanah hakikat kehidupan Disegala do'a kau lebur di pelupuk mataku Menjelmakan namamu indah dalam munjad Kaulah cahaya mataku Segala pengharapanku kini, kelak akan waris, waras dan serasi padamu Sebab padamu harap ini akan wujud dan pada-Mu segala dido'a Kaulah cahaya hatiku Selalu mengisi baris-baris do'aku Pengingat akan masa yang selalu tunduk pada kuasa-Nya Cahaya mataku, Tidurlah nyenyak, Esok, kita jelang mimpi kita sebelum fajar Esok, kita semai benih damai di ladang hidup kita, ini Esok, kita sirami, pupuk benih damai hidupan ini Cahaya hatiku, Tidurlah lelap Sebab esok kita akan lelap abadi di antara rimbun cahaya mata, cahaya hati; semai kembali damai ini di ladang hidup Cahaya mataku, cahaya hatiku Aku mencintaimu karena Allah Sabarlah dirimu dalam segala calar, cabar dan senantiasalah berdo'a Makassar, 10 Oktober 2014

Hutang-Piutang

melihatmu adanya dirimu, mengingatkanku akan janji yang sempat terlupakan. kembali mengulang hari-hari saat bersamamu dalam benakku, mengingatkanku akan hutang-hutangku dimasa lalu yang belum terlunaskan sampai hari ini.

Mari- Kita berpura-pura

Kalian semua! Mari kita berpura-pura Berpura-pura peduli pada kemanusian Berpura-pura peduli pada kemiskinan Berpura-pura peduli pada kosong perut-lambung anak jalanan