Langsung ke konten utama

Serunai Bisu

Kelak, jika bertemu
Aku akan menjadi yang terbaik bagimu
Aku akan memberikan yang terbaik untukmu
Kerajaan pasir yang tengah terjajah
Serunaiku kini tengah gigil
Tenggelam di lautan pasir ini
Ia berusaha mencari nyayiannya dahulu
Mencari wajah-wajah pembebas nyanyian

Serunaiku kini bisu akan nyanyian
Ia gigil dalam rengkuhan angin malam
Pernah sekali serunaiku jatuh kedalam lumpur
dan saat itu Aku hanya menyebutnya serunai
Serunaiku mengapa kini kau bisu kepada nyanyian?
Apakah kini kau sedang lara?
Serunaiku mengapa kini kau bisu kepada nyanyian?
Apakah kau sudah tak lagi menjadi serunaiku?
Serunaiku kemana kau akan mencari penyair?
Aku takut kau hanya akan menemukan kebohongan dikerajaan pasir itu
Aku takut kau hanya akan berubah menjadi serunai bisu
Serunai bisu yang merindu kepada penyair berwajah beku


Makassar, 9 November 2013

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan

Ditiap-tiap kehidupan, kita banyak menempuh jarak Entah itu jarak dari langkah ke langkah Jarak nafas ke nafas Jarak waktu ke waktu atau jarak rindu ke rindu Ditiap-tiap kehidupan, kita banyak menjejaki janji Entah itu janji dari batas ke batas Janji temu ke temu Janji benam ke benam matahari atau janji dari harap ke harap Dalam banyak perjalanan, kita banyak terhenti Entah itu henti lelah ke lelah Henti payah ke payah Henti luka ke luka atau henti dari sejenak ke selamanya Bukan karena tak lagi ingin; Hanya saja jarak, janji, dan perhentian tak selalu serindu, seharap, dan sekekal waktu Makassar, 11 Maret 2019

Efek Root "SEXY Killer"

Bismillah. Tak akan berpanjang lebar. Viral banget, ya? Jelas viral Film semi dokumenter ini menjadi bahasan jagad sosial media, kaum milenial khususnya. Tanggapanku soal film ini bagaimana? Untuk pengambilan gambar cukup bagus, sound qualitynya juga lumayanlah, untuk permainan narasinya juga bisalah mendapatkan nilai 6 untuk skala 1 sampai 10. Tetapi tidak secara data. Sudah jelas, segala sesuatu memiliki tujuan. Untuk seorang milenial atau pemilih tetap usia muda, tentunya film ini akan menjadi primadona dalam khazanah berfikir, karena seolah "meembuka mata dan membongkar fakta". Data adalah fakta, dan fakta adalah data. Data, dan fakta adalah sesuatu yang bersifat majemuk, saling terkait satu dan lainnya. Data akan selalu menyajikan kebenaran, dan kebenaran akan selalu menjadi bagian dari data. lantas dimana letak kesalahan dari Film ini? Dibandingkan menyebutnya sebagai karya yang gagal, saya mungkin akan menyebutnya sebagai pewajahan yang gagal.

Surat; Menemukan Kalimat Terindah

   Bismillahirrahmanirrahiim. Ada begitu banyak tanya menggelayut dibenakku. Ya, kebanyakan tentang takdir. Konsep mengenai takdir sebenarnya tak ada; "semua peristiwa adalah apa adanya, dengan korelasi aksi-reaksi" juga kerap datang menyapa imaji.