Langsung ke konten utama

Kasih (ku titipkan rindu ini)

kasih apa kabarmu?

sejenak dalam lamunanku
terdengar semilir angin membisikkan namamu
memercikkan rindu tak betuan dalam hatiku
mengingatkanku akan setiap goresan dari sketsa wajah indahmu


kucoba rebahkan tubuhku di awal malam
mencoba mataku terpejam dalam heningnya malam
tapi lamunan akan dirimu selalu saja
membuatku terjaga hingga ketepian malam
mengajakku berlayar dilautan rinduku ini

entah sampai kapan rindu ini akan memikatku
memenjarakan hatiku dijeruji rindu ini

tapi sudahlah kasih
malam kini kian larut di hamparannya
jadi biarkan rinduku terbawa dihembus angin malam
menjadi teman rasi bintang pari yang tak berubah
layaknya hatiku yang selalu merindumu
kasih,rindu ini kutitipkan hanya padamu
-tolong untuk kau jaga-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat; Menemukan Kalimat Terindah

   Bismillahirrahmanirrahiim. Ada begitu banyak tanya menggelayut dibenakku. Ya, kebanyakan tentang takdir. Konsep mengenai takdir sebenarnya tak ada; "semua peristiwa adalah apa adanya, dengan korelasi aksi-reaksi" juga kerap datang menyapa imaji.

Perjalanan

Ditiap-tiap kehidupan, kita banyak menempuh jarak Entah itu jarak dari langkah ke langkah Jarak nafas ke nafas Jarak waktu ke waktu atau jarak rindu ke rindu Ditiap-tiap kehidupan, kita banyak menjejaki janji Entah itu janji dari batas ke batas Janji temu ke temu Janji benam ke benam matahari atau janji dari harap ke harap Dalam banyak perjalanan, kita banyak terhenti Entah itu henti lelah ke lelah Henti payah ke payah Henti luka ke luka atau henti dari sejenak ke selamanya Bukan karena tak lagi ingin; Hanya saja jarak, janji, dan perhentian tak selalu serindu, seharap, dan sekekal waktu Makassar, 11 Maret 2019

Kehilangan Wajah

Wajah, dimana wajah itu? Kemana wajah itu? Rumahku, kemanakah wajahmu? Rumahku, kemanakah wajahmu? Ya. Ini adalah kisah tentang rumahku yang tak lagi memiliki mata, hidung, lidah, mulut, telinga dan segalanya. Kecuali kekosongan! Ini adalah kisah dari rumahku yang dahulu memiliki mata teramat tajam. Nanar menatap angkara, murka akan durja dan tiada gentar akan gelegar.